,

Musim Pancaroba Waspada DBD! Ini Cara Pencegahan Demam Berdarah Yang Efektif!

Waspadai DBD di Musim Pancaroba. Lakukan prinsip ini untuk mencegah Demam Berdarah!

pencegahan demam berdarah di musim pancaroba

Memasuki musim pancaroba masyarakat perlu waspada dan antisipasi pada serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD banyak dijumpai di daerah tropis yang memicu kejadian luar biasa (KLB). Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat dan kepadatan populasi nyamuk. Sedangkan penular DBD disebabkan oleh banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.

Ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dengan virus dengue, maka virus akan memasuki nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu.

Banyak orang tidak mengalami tanda-tanda awal selama mengalami kasus demam berdarah ringan. Gejala biasanya dimulai 4-10 hari setelah Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala demam berdarah yang paling sering terjadi meliputi:

• Demam tinggi hingga 41 derajat celsius
• Sakit kepala
• Nyeri otot, tulang, dan sendi
• Nyeri atau rasa sakit di bola mata

Beberapa kasus, DBD juga memiliki gejala:
• Ruam atau bintik merah pada kulit
• Mual dan muntah
• Perdarahan kecil dari gusi atau hidung walau jarang

Kebanyakan orang sembuh dalam seminggu atau lebih. Bila gejala berlanjut tanpa mendapat penanganan khusus dari dokter, pembuluh darah seringkali menjadi rusak dan bocor. Jumlah gumpalan sel trombosit dalam aliran darah juga menurun.

Hal tersebut dapat menyebabkan pendarahan dari hidung dan mulut, muntah terus-menerus, perdarahan di bawah kulit, hingga menyebabkan masalah pada paru-paru, hati, serta jantung.

Setelah sembuh dari demam berdarah, Anda memiliki kekebalan terhadap virus yang menginfeksi Anda, tetapi tidak berlaku untuk tiga virus demam berdarah lainnya.

Risiko terkena demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai demam berdarah dengue, akan semakin meningkat jika Anda terinfeksi untuk kedua, ketiga atau keempat kalinya.

Pada tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember ini tercatat penderita DBD di 34 provinsi sebesar 71.668 orang, 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (2013) dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871.

Belum ada obat dan vaksin untuk mencegah DBD. Sementara pengobatan terhadap penderita hanya bersifat simtomatis dan suportif untu menangani kekurangan cairan akibat pembuluh darah yang bocor.

Para peneliti masih mencari vaksin terbaik untuk mencegah demam berdarah. Masyarakat bisa melakukan upaya menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah. Salah satu yang penting yaitu meningkatan Gerakan Jumat Bersih untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.

Cara Pencegahan Demam Berdarah Yang Terbukti Efekti dan Efisien

Pencegahan demam berdarah yang terbukti paling efektif dan efisien hingga kini yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu :  menguras, menutup dan mendaur ulang. Menguras mencakup membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup mencakup menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Dan mendaur ulang meliputi memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Sedangkan yang dimaksud dengan kata Plus mencakup segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan  menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Kegiatan PSN ini perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba dimana terjadi peningkatan curah hujan yang dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Tak jarang musim pancaroba ini juga menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan. Saat ini kita akan memasuki musim kemarau, namun pola curah hujan masih tidak menentu hingga pertengahan tahun 2017.

Selain prinsip di atas, untuk saat ini Anda bisa melakukan 6 cara berikut untuk pencegahan penyakit demam berdarah:

1. Jika Anda tinggal atau bepergian di daerah di mana demam berdarah dikenal atau sedang mewabah, cara terbaik untuk menghindari demam berdarah adalah dengan menghindari gigitan nyamuk.

2. Gunakan AC, jaring pada jendela maupun pintu masuk, serta kelambu. Ini sangat penting untuk menjaga nyamuk masuk ke ruangan.

3. Menjadwal ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada waktu subuh, sore, dan senja, ketika nyamuk lebih banyak keluar.

4. Memakai pakaian yang bisa melindungi kulit. Terlebih ketika Anda pergi ke daerah-daerah penuh nyamuk, seperti mengenakan kemeja lengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sepatu.

5. Gunakan obat nyamuk, baik yang disemprot pada ruangan atau dioleskan pada kulit. Untuk kulit Anda, gunakan penolak nyamuk yang mengandung setidaknya konsentrasi 10 persen DEET. Namun hindari penggunaan pada bayi atau anak yang kurang dari 3 tahun.

6. Mengurangi habitat nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar rumah, berkembang biak di air yang tergenang. Mengurangi habitat tempat berkembang biaknya nyamuk bisa menurunkan populasi nyamuk.

Dengan partisipasi masyarakat dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan demam berdarah di atas, diharapkan jumlah penderita maupun jumlah kematian DBD dapat ditekan di bawah jumlah kasus dan kematian DBD yang dilaporkan pada tahun-tahun sebelumnya. Silakan bagikan artikel ini kepada teman-teman dan keluarga Anda.

Sumber:

Waspada DBD di Musim Pancaroba


http://lifestyle.kompas.com/read/2016/02/04/210414323/Lakukan.6.Cara.Ini.untuk.Pencegahan.DBD

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Study Banding ke Puskesmas Ibrahim Aji Bandung

Slider 5